MANU AMAN MUTIS

Minggu, 21 Februari 2010 12.43 by Patrisius Sixtus Bere 2 komentar
Lagu Pop Belu *)
(dengan Tarian Tebe)

Manuaman Mutis nain
Manuaman Mutis nain
basa liras temi rai
foti haukan rain.
Saki hau nia rai o
lele hau nia rai o
lao lemorai
mai haksolok hau nia rai

O..o.. nai Benenai
sura tinan tau mai
ami mate tan Besikama be la sala
Manoin lai
O..susar atu mate o
susar atu mate
tan nai Benenai

*)Lagu ini dipopulerkan oleh kel 'MANUKIAK GRUP HALILULIK - BELU' dengan sedikit pengaruh dialek Tetun Timor Leste. Lagu ini selalu membangkitkan semangat Ema Belu untuk menari Tebe sambil bergandeng tangan

Keterangan:

Benenai, sungai terbesar di Belu bagian Selatan
Besikama, Ibukota kecamatan Malaka Barat - Belu
Manuaman Mutis, simbolisasi banjir
Mutis, gunung Mutis antara Kabupaten TTU dan TTS di Pulau Timor
Tebe, Tarian ritmis daerah Belu dengan birama 2/4 dengan formasi lingkaran

KAHO NO SUSU TUNUN

12.26 by Patrisius Sixtus Bere 0 komentar
Kaho no Susu Tunun
Labu-Susu Bakar
(makanan khas Belu-Timor)

Bahan:

# Buah Labu (Labu tua berwarna kuning)
# 2 botol susu sapi (kerbau) murni

Cara Buat:

Labu dibersihkan dan dilubangi bagian atasnya. Dilubangi agak miring biar tidak jatuh ke dalam bila digunakan lagi sebagai penutup.
Keluarkan biji dan seluruh bagian dalam Labu (jeroan)
Sementara itu siapkan bara api dan alat panggang (bila perlu)
Tuangkan susu murni ke dalam labu yang sudah dibersihkan tadi itu sampai kira-kira setengah bagiannya
Letakkan di atas bara api atau alat panggang selama beberapa waktu
Biarkan sampai seluruh susu sapi itu meresap ke dalam buah labu
Dinginkan dan hidangkan
Selamat mencoba...nyam..nyam..nyam...hmmmm

Der Gegrillte Milchkürbis
(Spezialität aus Belu-Timor)

Zutaten:

1 Kürbis (grosser und alter Kürbis)
2 Flaschen Milch (die Kühe Milch)
Salz (1/2 EL)

Zubereitung

- Zuerst wird der Kürbis sauber gemacht
- und dann wird er mit dem Messer oben gelocht
- Die Kürbiskerne werden mit dem Löffel herausgenommen
- Die Milch wird in den Kürbis eingegossen (Hälfte des Kürbis)
- Der Kürbis mit Milch werden uber glühender Kohle (die Glut) auf den Grill gestellt
- Dazu wird wenig Salz gegeben
- Lass das ungefahr 30 Minuter auf die Glut liegen
- Wegen der lange Heizung wird die Milch alles absorbiert
- Zum Schluss wird der gegrillte Milckürbis abkühlen lassen und kalt gegesen
- Guten Apettit....

Orang Belu dan Nama

Rabu, 17 Februari 2010 14.17 by Patrisius Sixtus Bere 0 komentar

"Nama menunjukkan bangsa". Istilah ini memiliki makna yang mendalam. Di dalamnya tersimpan sebuah kesadaran eksistensial mengenai identitas dirinya. Dengan nama seseorang merasa dirinya eksis dalam menempati ruang dan waktu. kesadaran Spasiotemporal terungkap juga dalam dimensi sebuah nama. Di dalamnya manusia merasa dan menghidupi cita rasa, filosofi dirinya dan bangsa dari mana ia muncul, dan dimana ia bertumbuh.
Orang Belu sebagaimana bangsa-bangsa lain di dunia selalu melihat juga kekayaan dimensi realitas lewat sebuah nama. Nama adalah sebuah anugerah (Gabe) sekaligus sebuah tugas dan tanggung jawab (Aufgabe) yang harus disikapi dan dihidupi.
Perkembangan dunia dewasa ini yang sering orang kenal sebagai globalisasi telah menghantar manusia pada sebuah situasi hilangnya sekat antar para bangsa dan kebudayaan. ketiadaan sekat ini memberikan dampak positif bagi kemajuan berpikir dan bertindak sekaligus mengancam manusia pada realitas kehilangan identitas diri, grup, klan, dan lain sebagainya.
Saya melihat ini dari sudut pandang nama seseorang. Dengan mengetahui sebuah nama, memikul sebuah nama, menyandang sebuah nama, orang sebenarnya diajak untuk memikirkan realitas dirinya, dunianya, dimensi terdalam yang harus dihayati dan dilaksanakannya, keberbedaannya, .... (rintisan..bersambung)

ABUK
Aek
Afu, nama sapaan manis untuk perempuan
Anok
Asa
Asten
Asuk, binatang anjing
Ata
Ati
Atok

BALOK
Bau
Badak, pendek
Belak, pelat atau datar
Besin
Bere
Berek
Bete, sapaan manis untuk wanita
Bia
Biak
Bikan, piring atau pinggan
Biru, warna biru
Bita
Bitin, tikar
Bria
Bone
Buik, nama sapaan yang manja

DAHU
Dare
Deka
Delin

ENO

FAHIK
Fetok, wanita atau bersifat wanita
Fahik, binatang babi (?)
Faru, pakaian
Fatin,
Fuin
Fuka, sejejnis pohon
Fulon
Fun
Funan, bunga atau kuncup pada bunga

HALE
Halek
Hoar

IKUN, si bungsu
Iku

KABUAR, bulat atau bundar
Kali
Kalin
Kasa
Klau
Klaran, di tengah atau pertengahan
Klon, sapaan manis untuk perempuan atau lelaki
Koba, tempat siri pinang
Koli
Kolo
Kon


LAN, hangat atau suam kuku
Lala, di tengah; anak tengah
Lelo
Leon, rindang, rimbun, teduh
Leki, kera
Lin
Lirin
Lisu
Liun
Lon
Lorok, Matahari
Lotu, kecil
Lotuk, kecil

MANEK, sejahtera dan jaya
Mafo
Makaraek
Mali
Mau
Mauk
Man, ringan (dan rajin)
Manu, ayam
Mako, pinggan atau mangkok
Matak, segar atau berwarna hijau
Matas, dewasa dan tua
Meak, berwarna merah
Meko
Mera, berwarna merah
Metan, berwarna hitam
Metak, berwarna hitam
Meti
Moru, terasa pahit
Moruk, pahit
Modok, berwarna kuning
Morik, harum mewangi

NAHAK
Neon, hati nurani
Neno
Niti
Nurak, muda dan segar

ONI

ROMAN, terang benderang
Rafu

SERAN
Saka
Sian
Siku
Son
Soi, kaya atau kekayaan
Susar, sulit

TAE
Taek
Taha, parang
Tahan, daun pohon
Tefa
Teu, merpati (dari Lakateu)
Tobu
Toi

UN
Unu, sulung

WEN, air (basah)

RITUAL HASE HAWAKA

13.43 by Patrisius Sixtus Bere 0 komentar
Hase Hawaka

Hase Hawaka (Indonesia; Salam, English: Greeting, Deutsch: Begruessung) adalah sebuah ritual sapaan adat yang dibawakan atau diucapkan oleh Penutur (dalam istilah Bahasa Tetun disebut Makoan) dalam sebuah acara penyambutan/penerimaan seorang tamu (biasanya seorang pemimpin Agama, Pemerintah, tamu penting dari tempat lain, dll). Di dalam ritual ini terungkap dimensi persahabatan yang mendalam dan eksistensial antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam hidup (dunia) dan manusia dengan Tuhan sebagai Asal dan Tujuan Hidup manusia.
Dalam menjalankan tugas penyambutan ini, seorang Penutur biasanya didampingi oleh beberapa orang lain yang telah ditunjuk (biasanya adalah pemuka-pemuka masyarakat atau adat setempat)menyambut tamu atau undangan di sebuah gerbang (suatu tempat yang telah disepakati bersama) di mana di situ juga ada orang lain dengan tujuan yang sama yakni menyambut kedatangan orang atau tamu.
Setelah selesai, tamu dan para undangan akan dikalungi dengan sejenis kalungan dari kain adat (dalam bahasa Tetun: Tais)oleh (para) gadis. Biasanya arakan akan diserta sebuah tarian penyambutan yang disebut Likurai (yang dibawakan oleh lk 10 orang penari perampuan yang menari sambil memainkan genderang/tihar. Tarian ini bisa dilengkapi dengan 2 orang penari pria yang mengikuti arakan penari sambil memainkan pedang atau selendang.....(bersambung)

HASE HAWAKA *)

Ina hei, hei ama
Ama he, hei ama
O atu sei toba mader lai
O atu sei mate mader lai
ta'an tilun manono
baba no lian
ta'an tilun manono
lia husar rain
iha leten ba
iha as ba
lolo liman la to'o
dai ain la dais
isin la besi
ran la manas
nahiti nola
nak bonan nola
klosan mane Maromak
(Ama Bispo Ama Nai Lulik
.............nama orang ybs)
Nia fo beran
Nia fo bensa
na'ak atu bali nola
na'ak atu lituk nola
Maromak nian Mamfatin
bali nola
lituk nola
nodi ibun Maromak
nahosar lia husar
rain ba ita
fafudin raik laran
bi'i ain la sidi
bi'i ain la sala
tebes bali nola
tebes lituk nola
Mamfatin Ama Maromak
hori uluk nikar
ohin loron
Dato serani binan serani
ktetuk no nesan
fui mutu ibun
fui mutu lian
hodi haman hatetu
(.........nama ybs)
ba uma metan Maromak
Hei, man no lais sia
(jawab: Hee)
na'ak to'o fatin ti'in
tetuk no nesan ti'in
atu haman (........)
hikar uma metan Maromak
(Jawab: Hee....)

*) Contoh Hase Hawaka dalam penyambutan Pemimpin Agama Katolik

Istilah

- Belu, Kabupaten Belu di Pulau Timor (bagian barat) - Prop. NTT
- Likurai, sejenis tarian ritmis dari Belu yang dibawakan oleh wanita sebagai
penari sekaligus pemain tihar bersama Pria sebagai pengiring tarian.
- Makoan, Penutur adat, juru bicara masyarakat adat
- Tetun, salah satu dari 4 bahasa yang dipakai di Belu (Mayoritas)
- Timor, Pulau Timor di Indonesia bagian Tengah
- Tihar, genderang yang terbuat dari kayu dan kulit binatang
- Tais, kain adat bermotif dari Belu
- Maromak, Istilah untuk Allah dalam bahasa Tetun

Bae Sonde Bae

Senin, 15 Februari 2010 21.35 by Patrisius Sixtus Bere 2 komentar
Bae Sonde Bae
(Lagu POP Timor - NTT)

Besong jangan bilang tana timor sonde bae.
Besong jangan bilang FLOBAMORA sonde bae.
Bae sonde bae, bae sonde bae tana timor lebe bae.
Bae sonde bae, bae sonde bae Flobamora lebe bae.

Di Sumba sana ada kuda Sandelwud.
Di Flores sana ada si Komodorensis.
Di Alor sana ada buah Kenari.
Di Timor sini ada wangi cendana.

Setiap hari beta makan jagung bose.
Beta haus beta minum gula air.
Di Larantuka torang makan jagung titi.
Pung enak lagi makan buah kenari.

Di Nusa Lote ada tempat Oemau.
Di Flores sana ada danau Kelimutu.
Di Sabu sana ada tempat Teli Hau.
Di Timor sini mandi di Lasiana.

Originale Uebersetzung

Saget nicht, Timorheimatland ist nicht gut.
Saget nicht, Flobamora ist nicht schön.
Wie du willst, Timor ist aber gut.
Wie Sie möchten, Flobamora ist aber schön.

Gestampften Mais esse ich täglich.
Palmzucker trinke ich sehnlich.
Wir sehnen uns nach larantukischen Mais.
Kanari wünschen wir sehr.

Es gibt in Inseln Lote Oemau.
Der Kelimutusee befindet sich in Inseln Flores.
Es gibt in Sabu Telihau.
Das Lasianasee befindet sich in Timor.

Oras Loro Malirin

Minggu, 07 Februari 2010 11.07 by Patrisius Sixtus Bere 1 komentar
ORAS LORO MALIRIN (Lagu Tradisional Belu)

1.Oras loro malirin, Teu tanis laka teu tanis. Tanis na'ak nian ina ro sina sae ro sina.
2.Taka sela ba kuda, lun turu bete lun turu, Bete keta lun turu, ba kikar ba mai kikar.
3.Ohin kalan sei rani, ai ida mutu ai ida, awan ami ain foho, ain tasi emi ain tasi.

Terjemahan asli:

KALA SENJA HARI

1. Waktu senja hari, merpati meratap sedih. karena ibunya pergi dengan kapal laut.
2. Pelana dipasang pada kuda, Bete menangis, jangan menangis karena saya pergi untuk kembali.
3. Malam ini kita masih bersama-sama, esok kami menuju utara dan kamu ke selatan.

Originale Übersetzung:

AM NACHMITTAG (Ein Volkslied)

1.Am Nachmittag weint die Taube. Weil ihre Mutter mit dem Schiff fährt.
2.Wenn der Sattel auf das Pferd eingesetzt wird, bricht Bete in Tränen aus. Weine nicht! Ich will zurückkommen.
3.Diese Nacht sind wir uns zusammen. Am morgen werde ich im Nord und du wirst im Sud (sein).

O lala - Lagu Tradisional Belu

11.01 by Patrisius Sixtus Bere 0 komentar
O lala...

Neon nalo bodik o lo bodik isin lolon,

O lon Bete helen o lele a la hai ala,

sei kodi tetu o lo atu kodi tetu.,

O LALA